Padang Rumput Hijau

Standard

Waktu terus bergulir tiada pernah berhenti. Semuanya mesti terjadi, layaknya lembaran buku yang terus berbalik pada hakikatnya, membaca cerita demi cerita, menanti halaman terakhir untuk dibacakan. Hari ini sisa usia kita telah berkurang, tunas tua pun tergantikan oleh tunas muda.

Ada orang yang berusaha untuk tetap hidup, walau berlari, ia hanyalah berlari di suatu poros yang membawanya ke dalam suatu kemah. Sementara itu, juga ada orang yang fokus membangun tangganya, karena ia adalah orang yang rindu akan rumahnya, orang yang mempergunakan waktu yang ada, orang yang tahu bahwa hari-hari ini adalah jahat. Berbahagialah ia, karena sesegara mungkin ia akan melihat hamparan padang rumput yang selalu hijau dan luas.

This scenery is evergreen
As buds turn into leaves
The colours live and breathe
Your tears are falling silently

This scenery is evergreen
I wish that I could dry your tears

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s