Doa (Pray)

Standard

praying

“Before we study, let’s pray together. Begin.”

Di sekolah pada saat sebelum mulainya pelajaran, kita seringkali mendengar kalimat tersebut. Suatu kalimat perintah atau command yang sederhana, namun hanya dalam sesederhana itu tidak semua pelajar serius menjalaninya. Bahkan ada pelajar yang sama sekali enggan untuk berdoa dan ada juga yang menjadikan doa hanya sebagai “rutinitas”. Ayoooo kita bersama-sama belajar dan merenungkan tentang “DOA”, secara umum, agar subjek “pelajar” disini bisa meluas menjadi “orang” 😀

“Apa sih doa itu?”

Doa merupakan hubungan atau komunikasi langsung, antara kita dengan Tuhan, Pencipta segalanya. Frekuensi seseorang berdoa tidak menjamin tingkat keintimannya dengan Tuhan, karena Tuhan melihat hati kita. Jangan jadikan doa sebagai “rutinitas”, tetapi jadikanlah doa sebagai kerinduan, suatu yang memperlengkapi hari demi hari, suatu tindakan untuk memuaskan kebutuhan rohani kita. Karena dalam tubuh ini terdapat daging dan roh. Tidak hanya daging yang perlu diberi makan, tetapi roh kita juga harus diberi makan dengan makan-makanan rohani. Jika doa sudah menjadi kerinduan, maka haruslah doa itu kita jadikan sebagai rutinitas untuk membangun hubungan yang semakin intim lagi dengan-Nya 😀

prayer-request

“Trus gimana dong seharusnya berdoa itu dan bagaimana kuasanya?”

Dengan ketulusan ia berdoa, tanpa seorang pun yang melihatnya kecuali Tuhan. Orang yang berdoa adalah orang yang rendah hati. Ia berdoa karena kesadarannya bahwa tanpa Tuhan ia adalah manusia yang lemah, Tuhan adalah sumber kekuatannya, sumber sukacitanya, ia butuh Tuhan untuk menjalani kehidupannya, tanpa kasih karunia-Nya tidak akan ada lagi hidup. Ia juga menyerahkan segala kesulitan dan kekuatirannya pada Tuhan di dalam doa. Maka dari itu berdoalah dengan penuh rasa syukur, dalam iman, dalam kehendak Tuhan, bagi kemuliaan Tuhan, dari hati yang benar dan lakukan secara terus menerus. Juga perkatakanlah bahwa “hari ini lebih baik dari hari kemarin” setiap hari agar multiplikasi semakin nyata didalam kehidupan kita, amin 😀

Kuasa doa tidak mengalir dari kita atau benda-benda di sekitar kita. Kuasa doa datang dari Dia yang Mahakuasa yang mendengar doa kita dan menjawabnya. Dulu, sekarang dan selamanya, kuasa-Nya tak pernah berubah! Dia adalah Tuhan yang pernah membelah Laut Merah, membangkitkan orang mati, menyembuhkan orang-orang dari segala jenis penyakit, meredakan angin ribut, merubah air menjadi anggur, dan tak terhitung banyaknya mujizat yang telah Ia perbuat. Jadi, jangan pernah remehkan kuasa doa guys! 😀

“Kalo doanya ga dikabulin gimana? 😦 “

Tetap terus bangun hubungan yang intim dengan Dia. Have a faith and believe in Him. Sekalipun Tuhan tidak mengabulkan doa-doa kita, Dia tetap Tuhan! Mungkin bukan waktunya. Rancangan dan kehendak-Nya adalah yang terbaik! Amin 😀

pray

Ayat pendukung (source here):

(1) I Yoh 5:14
(2) I Petrus 3:12
(3) Yesaya 59:1,2
(4) Yohanes 10:14,27-28
(5) Yohanes 15:7
(6) I Yoh 5:14,15
(7) Yesaya 30:18
(8) Mazmur 18:31
(9) Mazmur 147:11
(10) Yohanes 15:13
(11) Roma 8:32
(12) I Petrus 5:7
(13) Filipi 4:5-7
(14) Yohanes 14:27
(15) Yeremia 31:3
(16) Mazmur 62:9

“Closing but not the end”

Oke setelah berpanjang lebar ria, harapannya kita dapat belajar sesuatu yang dapat membuat kehidupan kita lebih baik lagi kedepannya. Gaya hidup pelajar yang keren adalah dengan menyertakan doa didalamnya. So, keep pray and strong friends! Redeeming the time, because the days are evil. God bless you! Amen.

Advertisements

2 thoughts on “Doa (Pray)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s